Revisiting Teacher Training in Indonesia: A Personal Reflection on My Scholarly Contribution

by Arfiyan Ridwan

In July 2024, I received an invitation from my lecturers, Dr. Bambang and Dr. Lukman,  to co-author a book chapter in the Springer publication Handbook of Teachers’ Voices in the Global South. The chapter, titled Navigating the Challenges: The Complex Landscape of Teacher In-Service Training in Indonesia (officially published on April 2026) marked an important moment in my academic journey, as it allowed me to engage in international scholarly writing on the historical development of teacher in-service training in Indonesia. The invitation aligned closely with my research area, which focuses on teacher education and professional development in the Indonesian context. At the time, I was starting to work on my dissertation whose literature review covers how Indonesian in-service teachers have been trained across the historical periods of the country.

My literature review for my dissertation explores the evolution of in-service teacher education in Indonesia, covering the periods of the Dutch colonialization and the Japanese occupation to the early independence, the Old Order, the New Order, and the reform period to nowadays. This literature review writing provides me a strong foundation in writing the chapter. The part in which I contributed to write is in the historical development of teacher in-service training in Indonesia in the period of the New Order with centralization of education before it shifted to decentralization in the next phase of governance in reform period. I see that this period became a significant phase of teacher training in Indonesia as the current programs of in-service teacher training was significantly initiated in this period.

The significant insight I have gained from assessing teacher training development in the particularly the New Order era to the present day is that there has been a long journey of how teachers have been trained with different schemes and needs. After the large-scale training programs for primary and secondary school teachers in 1975 to 1980, the key trainings during the period of the New Order comprise Pemantapan Kerja Guru (PKG) or Strengthening the Work of Teachers, the Sanggar Pemantapan Kerja Guru (SPKG), or Centers for Strengthening Teacher Work, Kelompok Kerja Guru (KKG), or Primary School Working Group KKG, and Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), or Subject Teacher Working Group for secondary school teachers. At this time of year, I see that there has been a great foundation of how teachers are prepared in the level of primary and secondary level of education. The developed programs in the reform era to the present day can be said to be the results of those in the massive teacher development in the New Order period.

However, through examining their historical development, I realize that many recurring issues, including limited coordination, uneven implementation, and questions of effectiveness, have persisted across different programs and periods. This realization suggests that the core challenges are not simply the result of individual program design, but are rooted in broader structural conditions, such as bureaucratic complexity, resource distribution, and the vast geographical context of Indonesia. Despite claims that the in-service teacher trainings in the New Order succeeded to train teachers with significant numbers, the actual implementations might not be satisfying enough.  What lesson I take away is that the goal of improving teacher professional development is not merely introducing a new program to replace the old ones. Instead, it requires systemic changes how training is designed based on the needs, carefully planned, and sustained to the next periods.

Another important insight from the book chapter writing is that the extent of the modern teacher professional education program called PPG (Pendidikan profesi Guru) be understood as a part of historical trajectory from the Old Order period, rather than a new program or initiative. Currently, I am researching PPG for my doctoral dissertation research, and this is very relevant to what I analyzed in the book chapter. On this standpoint, I can critically reconsider how far the program of PPG represents genuine reform and resolves the past challenges of teacher in-service training. Specifically, I am researching to what extent the current PPG can accommodate the proper training for English language teachers assigned to teach in elementary schools in which previously, English teachers did not have a tenure teaching position in elementary school. After the issuance of new policy that in 2027 English subject becomes a mandatory subject in elementary school, PPG has been provided to train in-service English teachers in elementary school. Historical perspective is needed to understand PPG for this context, and I am glad to analyze the historical evolution of PPG from the New Order to the present day. While PPG is often positioned as a comprehensive effort to enhance teacher professionalism, the chapter may also reflect a reconfiguration of earlier training models, carrying forward both their strengths and unresolved limitations.

Finally, I would say that this experience to write in the book chapter has reinforced my belief that improving teacher professional development in Indonesia requires not only new program initiatives, but also a deeper engagement with the historical and continuous improvement to create sustainable and context specific needs of the trained teachers.

 

Privacy Preference Center

Komputasi Awan Menjadi Tulang Punggung Platform Interaktif yang Semakin KompleksJaringan Pengiriman Konten Mempercepat Akses Aset Visual dari Berbagai WilayahOptimasi Gambar Mempercepat Waktu Muat tanpa Mengorbankan Kejelasan VisualLatensi Jaringan Menentukan Seberapa Cepat Platform Merespons Aktivitas PenggunaSinkronisasi Data Menjadi Fondasi Keandalan pada Sistem Digital Real-TimeEnkripsi Menjaga Pertukaran Data Sensitif Tetap Aman di Platform DigitalPemantauan Server Membantu Menjaga Stabilitas Layanan saat Trafik Mendadak MelonjakArsitektur Terdistribusi Memungkinkan Platform Berkembang tanpa Mengorbankan Stabilitas SistemPembaruan Perangkat Lunak Penting untuk Menutup Celah Keamanan dan Menjaga PerformaAI Membantu Mendeteksi Gangguan Sistem Lebih Awal sebelum Dampaknya MeluasAlasan Dua Pemain dengan Jumlah Putaran Sama Mendapat Pengalaman BerbedaCiri Kesimpulan Statistik yang Ditarik dari Data yang Belum MemadaiCara Menyusun Catatan Pengamatan Sendiri agar Datanya Layak DibacaPerbedaan Antara Frekuensi Kemunculan dan Besaran Nilai Sebuah SimbolBatas Antara Lapisan Tampilan dan Lapisan Perhitungan pada Permainan DigitalArti Nilai Simpangan Baku Ketika Diterapkan pada Rangkaian HasilIsi Kolom Riwayat Putaran dan Alasan Datanya Bersifat Catatan SemataCara Sebuah Sistem Diuji Berulang untuk Memeriksa Kestabilan KeluarannyaPengaruh Panjang Rentang Waktu terhadap Bentuk Grafik yang TerlihatAlasan Nilai Rata-Rata Menyembunyikan Sebaran di Balik AngkanyaJenis Data yang Dipakai Model Pembelajaran Mesin untuk Mengelompokkan PenggunaMetrik Apa Saja yang Ditampilkan Papan Pemantauan Sebuah Layanan DigitalMetode Pengujian Beban Server dan Angka Batas yang Diukur di DalamnyaPerbedaan Cadangan Penuh, Bertingkat, dan Berbeda dari Sisi Waktu PemulihanIsi Rencana Pemulihan Layanan dan Waktu Henti Maksimal yang DitetapkanCara Ruang Diskusi Daring Menyebarkan Informasi Teknis Antar PenggunanyaBentuk Konten Penjelasan Permainan yang Dibuat Pengguna dan Batas KetentuannyaCara Mengenali Nilai Menyimpang dalam Kumpulan Data dan PenyebabnyaBatas Kemampuan Simulasi Ketika Diterapkan pada Sistem yang Bekerja AcakCara Menyusun Catatan Pengamatan agar Bisa Diperiksa Ulang Orang LainAnalitik Real-Time Mempercepat Deteksi Lonjakan Trafik pada Platform Game DigitalData Pipeline Menjadi Kunci saat Platform Memproses Sinyal Aktivitas dalam Skala BesarObservability Membantu Tim Teknologi Menemukan Gangguan sebelum Kinerja Layanan MenurunVolume Data Besar Tidak Selalu Berarti Informasi yang Dihasilkan Lebih BerkualitasPemrosesan Data Cepat Menjaga Respons Sistem Tetap Stabil saat Aktivitas Pengguna MeningkatPersepsi Keberuntungan Bisa Menyimpang Jauh dari Gambaran yang Tercatat dalam DataMengapa Hasil Positif Lebih Mudah Diingat daripada Rangkaian Putaran yang Biasa?Informasi Komunitas Belum Cukup Dipercaya sebelum Dibandingkan dengan Data yang TerukurPengalaman Pribadi Tidak Selalu Mewakili Cara Kerja Sistem Permainan secara KeseluruhanLiterasi Data Membantu Membedakan Probabilitas Nyata dari Kesimpulan yang Terburu-buruTempo Permainan Bisa Mengubah Konsentrasi dan Kualitas Keputusan selama Satu SesiJeda Singkat Memberi Ruang untuk Membaca Situasi tanpa Terbawa Ritme PermainanAudio Spasial Membuat Dunia Game Terasa Lebih Dekat melalui Arah SuaraDesain Responsif Menjaga Pengalaman Game Tetap Konsisten di Berbagai Ukuran LayarTeknologi Real-Time Membuat Antarmuka Merespons Interaksi Pengguna dengan Lebih CepatKecepatan Animasi Bisa Mengubah Persepsi Ritme tanpa Mengubah Mekanisme Dasar PermainanWarna dan Kontras Menentukan Elemen Mana yang Pertama Menarik Perhatian PenggunaAntarmuka Minimalis Menjaga Informasi Penting Tetap Terlihat tanpa Gangguan Visual BerlebihanPerforma Perangkat Menentukan Seberapa Mulus Animasi dan Detail Visual DitampilkanLatensi Rendah Membuat Interaksi Digital Terasa Lebih Cepat Responsif dan NaturalMahjong Wins 3 Tampil Berbeda setelah Pembaruan Visual Mengubah Susunan PermainanPemetaan Simbol Membuat Struktur Grid Permainan Lebih Mudah Dibaca dan DipahamiDari Kombinasi Awal hingga Simbol Baru, Begini Alur Cascade Bekerja BertahapTekanan Sosial dalam Game Interaktif Bisa Mengubah Cara Pengguna Mengambil KeputusanDesain Audio Bisa Membentuk Ekspektasi bahkan sebelum Hasil Permainan MunculAnimasi Kemenangan Dapat Membuat Nilai Hasil Terasa Lebih Besar dari AngkanyaWarna Cerah Mengarahkan Fokus Pengguna ke Elemen yang Dianggap Paling PentingUmpan Balik Visual Membuat Perubahan Sistem Digital Lebih Cepat Dipahami PenggunaTerlalu Banyak Informasi Bisa Membuat Fungsi Utama Antarmuka Sulit DitemukanTata Letak Sederhana Membuat Fungsi Permainan Lebih Cepat Dikenali Pengguna BaruKasino Digital Mengimplementasikan Virtualisasi untuk Memisahkan Fungsi Komputasi UtamaKasino Online Mengevaluasi Throughput Infrastruktur pada Beban Operasional VariatifLatensi Adaptif Live Casino Ditelaah melalui Fluktuasi Respons JaringanLive Casino Mengandalkan Sinkronisasi Kanal untuk Menjaga Kontinuitas InformasiLuminansi Starlight Princess 1000 Memperjelas Objek pada Area DominanMahjong Kasino Online Mengarsipkan Aktivitas melalui Penanda Kronologis TerstrukturMahjong Ways 2 Menelusuri Variasi Formasi Menggunakan Indeks DispersiMahjong Wins 2 Mengevaluasi Diferensiasi Simbol melalui Matriks KomparatifMahjong Wins 3 Menginterpretasikan Pergeseran Simbol melalui Sampel SekuensialMikroservis Kasino Digital Membagi Fungsi Operasional menjadi Komponen IndependenOrkestrasi Data Mengatur Aliran Informasi melalui Infrastruktur BerlapisPemetaan Temporal Menyusun Aktivitas berdasarkan Urutan Waktu DiskretPersistensi Mahjong Wins 3 Menunjukkan Keberlanjutan Formasi dalam SampelPG Soft Menerapkan Rekonsiliasi Data demi Konsistensi Parameter SistemPragmatic Play Membangun Kerangka Telemetri untuk Analisis Sistem MultivariabelProbabilistik Scatter Hitam Membandingkan Intensitas Kemunculan Antarperiode ObservasiRasio Transisi Menggambarkan Pergeseran Komposisi Antarurutan DataRedundansi Kasino Online Menopang Ketersediaan Sistem selama Lonjakan AktivitasResponsivitas Game Digital Ditelaah Menggunakan Parameter Temporal MikroRobustness Model Menguji Ketahanan Hasil terhadap Perubahan ParameterSpektrum Luminansi Menempatkan Starlight Princess 1000 dalam Komposisi BerlapisStarlight Princess 1000 Mengembangkan Hierarki Visual melalui Diferensiasi LuminansiStatistika Robust Mengurangi Pengaruh Anomali dalam Evaluasi Data DinamisStratifikasi Temporal Membandingkan Mahjong Wins 3 pada Interval BerlainanSweet Bonanza Mempertegas Diferensiasi Objek menggunakan Kontras KromatikTeknik Monte Carlo Menguji Variabilitas melalui Ribuan Skenario SimulatifThroughput Kanal Live Casino Dibandingkan berdasarkan Intensitas Pertukaran DataUkuran Sampel Mempengaruhi Pembacaan RTP pada Observasi Berjangka PendekValidasi Temporal Menguji Konsistensi Model pada Rentang Pengamatan BerlainanVisualisasi Multidimensi Menyederhanakan Relasi Kompleks menjadi Representasi Interpretatif TerstrukturAksentuasi Starlight Princess 1000 Membentuk Identitas Warna secara KonsistenAuditabilitas Sistem Mempermudah Penelusuran Perubahan Parameter OperasionalDensitometri Aktivitas Membandingkan Konsentrasi Peristiwa pada Interval BerlainanDiferensiasi Mahjong Ways 2 Memetakan Pergeseran Komposisi AntarsegmenEkstrapolasi Numerik Memproyeksikan Kecenderungan berdasarkan Deret Observasi TerbatasEstimasi RTP Menempatkan Nilai Teoretis pada Kerangka Distribusi Jangka PanjangFrame Game Online Dievaluasi melalui Variasi Respons TemporalGame Digital Memanfaatkan Pemrosesan Paralel untuk Menstabilkan Respons InteraksiGame Online Menggunakan Load Balancing untuk Menjaga Distribusi PemrosesanGates of Olympus Memperkuat Kedalaman Ruang dengan Diferensiasi DimensionalMahjong Ways dan Perubahan Cara Pengguna Memahami Variasi dalam Permainan Digital ModernMahjong Ways Menghubungkan Tema Tradisional dengan Perkembangan Teknologi dalam Pengalaman MobilePerubahan Jumlah Kombinasi dalam Mahjong Ways 2 Membuka Perspektif Baru tentang Struktur PermainanPerbedaan Mahjong Ways 1 dan Mahjong Ways 2 Dilihat dari Struktur Visual serta Mekanisme PermainannyaMahjong Ways Tetap Menarik Perhatian di Tengah Perkembangan Tema Game Mobile yang Semakin BeragamAnalisis Frekuensi Simbol Membutuhkan Konteks agar Perubahan Aktivitas Tidak Disalahartikan sebagai PolaAnalisis Aktivitas Mahjong Ways Membantu Melihat Perubahan Pengalaman dari Satu Sesi ke Sesi BerikutnyaPerkembangan Teknologi Real Time Mengubah Bentuk Interaksi dalam Platform Hiburan DigitalMengapa Variasi Hasil Mahjong Ways Perlu Dilihat Berdasarkan Data dan Rentang Pengamatan yang MemadaiPerkembangan Desain Antarmuka Membuat Pengalaman Game Digital Semakin Responsif dan TerintegrasiMahjong Ways 2 dan Evolusi Desain Ubin yang Membawa Karakter Berbeda dari Versi SebelumnyaMengamati Aktivitas Secara Berjenjang Membantu Memberikan Konteks terhadap Perubahan yang TerjadiPerubahan Antarmuka Mahjong Ways Membentuk Cara Baru Pengguna Mengenali Fitur dalam Permainan DigitalMahjong Ways 2 Menampilkan Perkembangan Elemen Visual yang Mengikuti Perubahan Tren Game MobileMengapa Pengamatan dalam Satu Sesi Belum Cukup untuk Menilai Variasi Permainan Secara KeseluruhanPerubahan Kecepatan Interaksi Menjadi Bagian dari Perkembangan Pengalaman Game Berbasis MobilePerbedaan RTP dan Volatilitas Sering Menjadi Bagian yang Perlu Dipahami dalam Membaca Karakter PermainanBook of Dead Menarik Perhatian melalui Konsistensi Tema Petualangan di Tengah Evolusi Game DigitalMemahami Volatilitas Menjadi Bagian Penting dalam Membaca Dinamika Permainan Digital Secara ObjektifGate of Olympus Mengembangkan Tema Mitologi Melalui Visual Dinamis dalam Ekosistem Game ModernGate of Olympus Menjadi Sorotan melalui Kombinasi Tema Klasik dan Teknologi Visual ModernMahjong Ways dan Dinamika Visual yang Membentuk Persepsi Pengguna terhadap Pengalaman PermainanAnalisis Data Sederhana Dapat Membantu Menjelaskan Perubahan Aktivitas dalam Sesi Permainan DigitalMengapa Urutan Simbol yang Berulang Tidak Selalu Menunjukkan Adanya Pola yang KonsistenStarlight Princess Mempertahankan Identitas Fantasi melalui Perpaduan Visual dan Mekanisme InteraktifPerbedaan Fungsi Wild dan Scatter Menunjukkan Peran Simbol dalam Struktur Permainan DigitalStarlight Princess dan Perkembangan Visual Fantasi yang Mengikuti Ekspektasi Pengguna ModernPerbedaan Mekanisme Permainan Membentuk Cara Berbeda dalam Memahami Variasi Hasil DigitalMahjong Ways 2 Menjadi Contoh Adaptasi Tema Klasik dalam Perkembangan Industri Game MobileAnalisis Durasi Sesi Membuka Perspektif Berbeda terhadap Variasi yang Terlihat dalam Permainan Digital