Accreditation in a New Light: Perspectives from Indonesian Higher Education Leaders

Contributor & Photo by: Virda Lalitya Umam 

In 2023, Indonesian government through the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology issued a Regulation No. 53/2023 on Quality Assurance of Higher Education, introducing a binary accreditation system of higher education study programs to fall into either ‘Accredited’ or ‘Unaccredited.’

This new accreditation scheme is said to be more inclusive, contrasting the previous hierarchical system which categorized universities and study programs into ‘Unaccredited’, ‘Good’, ‘Very Good’, and ‘Excellent’. However, two years after the enactment, its implementation remained mainly unknown, causing confusion among higher education institutions (HEIs).

As a response, the UIII Faculty of Education hosted a Focus Group Discussion (FGD) on August 20, 2025, under the title ‘Rethinking Accreditation Policy in Higher Education’. Moderated by lecturer Dr. Lukman Nul Hakim, the FGD brought together government representatives and higher education leaders, public and private, within and beyond Java, to share experiences and perspectives to address the issue.

Prof. Dr. H. Muchlas Samani, Chair of the Accreditation Council for Education (LAMDIK) started by clarifying the 2023 regulation’s status quo: “The revision is still underway” he said, whilst also acknowledging that the now-retracted legislation carried several risks, such as social problems due to the termination of unaccredited programs, resistance from HEIs, and eroding international trust.

“These consequences do not fully reflect the vision of Accreditation Councils (LAM), since they also promote the improvement of education quality instead of only measuring it,” Prof Samani said.

In response to the problem, Prof. H. Iwan Jazadi, Ph.D., from STKIP Paracendekia NW Sumbawa, West Nusa Tenggara, highlighted the plights of rural education institutions in underdeveloped areas—such as those located outside Java—which mostly lack essential government support. This vacuum, in turn, creates layers of burdens for basic academic activities, more so in accreditation.

Though also hailing from outside Java region, Prof. Dr. H. Mujiburrahman from Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, South Kalimantan found the hierarchical system more appropriate, citing that accrediting is a multifaceted process. Nonetheless, he also stated that the current accreditation system still has many aspects to evaluate, particularly regarding data validity, administrative burdens, and over-generalized criteria.

Meanwhile, Representing HEIs from Java, Prof. Dr. drg. Lindawati S. Kusdhany, Sp.Pros, Subsp.PKIKG, Director of Academic Quality Assurance at Universitas Indonesia (UI) detailed UI’s experiences and challenges in the face of accreditation. Despite being a long-standing university with extensive networks and support, they, too, are now pushed to become increasingly independent.

Similarly, Tatum Syarifah Adiningrum, Ph.D., Academic Development Senior Manager from Bina Nusantara (BINUS) University gave a behind-the-scenes of BINUS’s adaptation process to recent policy shifts as well as her own two cents on Indonesia’s accreditation scene, criticizing its constantly-changing standards.

During a moderated discussion session, Prof. Jazadi and Dr. Adiningrum argued that continuing the hierarchical system in current conditions would only deepen discrimination, the former stating desperate HEIs would even resort to cheating the system. Meanwhile, Dr. Adiningrum, came up with a harsher statement saying that Indonesians have a “fetish for inequality”, made apparent by the public penchant for rankings over substance, including accreditation.

On the other hand, Prof. Mujib and Prof. Kusdhany shared doubts that a binary system could truly take quality into consideration. Prof. Kusdhany expressed that hierarchical accreditation encourages continuous improvement, while Prof. Mujiburrahman viewed the discourse surrounding accreditation akin to the readiness for democracy—instead of waiting for everyone to be prepared enough, it is better to implement an ideal system from the get-go.

Despite being split on the ideal practices for today, all speakers agree that there is much to improve in the current accreditation system. The discussion also highlighted how accreditation, like many policies in Indonesia, is still unsustainable and overly leader-centric—regulations can be swayed, but the implications toward HEIs are drastic.

Recalibrating public perception is equally important to reduce discrimination towards institutions and programs without specific statuses. Through this FGD, UIII hopes to contribute meaningful groundwork in reforming Indonesia’s accreditation policies, to ensure students and institutions alike can pursue a version of excellence that best suits them.

source: https://uiii.ac.id/accreditation-in-a-new-light-perspectives-from-indonesian-higher-education-leaders/

Privacy Preference Center

Timing pada Lucky Neko dan Batas Membaca Ritme Putaran secara ObjektifVariasi Putaran Treasures of Aztec Menjelaskan Peran Probabilitas dalam Pengalaman BermainGanesha Fortune sebagai Contoh Memahami Risiko dalam Permainan Berbasis ProbabilitasTeknologi PG Soft pada Mahjong Ways dan Struktur Mekanisme Permainan DigitalMahjong Wins 2 Menunjukkan Perubahan Desain dan Interaksi dalam Permainan DigitalSweet Bonanza dalam Referensi Komunitas Digital dan Batas Informasi yang Perlu DipahamiRTP Starlight Princess sebagai Data Statistik untuk Membaca Variasi Hasil PermainanPerubahan Hasil Fortune Tiger dalam Kerangka Probabilitas dan Varians Permainan DigitalLive RTP Fortune Dragon dan Keterbatasannya dalam Menilai Peluang Setiap PutaranData RTP Harian Big Bass Bonanza sebagai Informasi tentang Dinamika PermainanTiming Wild West Gold dan Risiko Bias Saat Menafsirkan Pola PutaranVarians dan Standar Deviasi Wild West Gold dalam Menjelaskan Sebaran Hasil PutaranMekanisme Pengganda Caishen Wins Ditinjau melalui Probabilitas dan Distribusi Hasil PermainanFortune Dragon di Platform Mobile dan Perubahan Pengalaman Hiburan Digital PenggunaRelease the Kraken Menggabungkan Tema Fantasi dengan Mekanisme Putaran yang Dinamis
Visual Starlight Princess dan Perannya dalam Membentuk Pengalaman Imersif PenggunaAI untuk Analisis RTP Live Mahjong Wins 3 dan Batas Membaca Ritme PermainanRNG Mahjong Ways 2 sebagai Dasar Memahami Probabilitas dan Independensi Setiap PutaranMahjong Wins 3 Menunjukkan Perubahan Desain dalam Hiburan Interaktif DigitalPerbedaan Volatilitas Mahjong Ways 2 dan Game Klasik dalam Perspektif Matematika PermainanPemrosesan Data pada Permainan Digital dan Kaitannya dengan Pengalaman Mahjong Wins 3Cara Kerja Pengganda Gates of Olympus Ditinjau dari Probabilitas dan Mekanisme PermainanVisual Bertempo Cepat Sweet Bonanza dan Kaitannya dengan Fokus Pengguna Selama BermainRTP Online Starlight Princess sebagai Informasi Statistik untuk Memahami Variasi HasilPerbandingan Variansi Blackjack dan Mahjong Wins untuk Memahami Sebaran Hasil PermainanRTP Live Blackjack dan Mahjong Wins serta Risiko Salah Tafsir dalam Diskusi KomunitasPola Mahjong Ways 2 yang Ramai Dibahas dan Batas Validitas Pembacaan PutaranCara Menilai Pola Mahjong Ways 2 tanpa Menganggap Hasil Sebelumnya sebagai PrediksiPanduan Memahami Mahjong Ways 2 melalui Probabilitas Varians dan Mekanisme PermainanPyramid Bonanza dan Variasi Putaran yang Membentuk Ritme Pengalaman Permainan Digital
RTP Starlight Princess sebagai Informasi Statistik untuk Memahami Variasi Hasil PermainanFortune Rabbit dan Wild Ape Menunjukkan Peran Visual dalam Menarik Perhatian PenggunaSugar Rush sebagai Studi Kasus Pembacaan Data tanpa Menjadikannya Prediksi HasilData Permainan Aviator dan Risiko Salah Menafsirkan Perubahan Hasil Setiap PutaranFortune Rabbit sebagai Contoh Memahami Variasi Hasil dalam Sistem Permainan DigitalPyramid Bonanza Menunjukkan Variasi Putaran yang Berbeda dalam Setiap Sesi PermainanPerkembangan Teknologi Digital Mengubah Cara Crazy Time Menyajikan Pengalaman InteraktifTeknologi Digital pada Aviator Membentuk Pengalaman Permainan yang Semakin ResponsifPerkembangan Sistem Digital Membuat Spaceman Lebih Fleksibel dalam Menyajikan Interaksi PermainanFitur Scatter dan Wild Mahjong Ways 2 Ditinjau melalui Mekanisme Permainan secara TerstrukturMemahami Scatter dan Wild Mahjong Ways 2 melalui Struktur serta Variansi PermainanScatter dan Wild Mahjong Ways 2 dalam Kajian Variansi serta Mekanisme Permainan DigitalKritik Narasi Kemenangan Instan pada Iklan Aviator dan Fakta Statistik yang Sering DiabaikanPerkembangan Infrastruktur Digital Mengubah Cara Fortune Tiger Menyajikan Interaksi PermainanMekanisme Reward Crazy Time dan Risiko Munculnya Perilaku Impulsif pada Pengguna
Sistem Kriptografi Aviator dan Perbedaannya dengan Mekanisme Keadilan Platform KonvensionalTeknologi Rendering Starlight Princess dan Perannya dalam Meningkatkan Detail Visual PermainanMahjong Ways 2 dan Perubahan Pola Interaksi Sosial dalam Komunitas Permainan DigitalShaolin Fortune Memadukan Unsur Bela Diri dan Arsitektur Timur dalam Desain VisualPemantauan Sistem Mahjong Ways dan Perannya dalam Menjaga Stabilitas Operasional PlatformModel Probabilitas Fortune Tiger dan Batasannya dalam Menafsirkan Perubahan Hasil PutaranEvaluasi Berkala Mahjong Ways untuk Memahami Variasi Mekanisme dan Perilaku Sistem PermainanPenyebaran PG Soft dan Fortune Rabbit di Berbagai Kanal Platform DigitalFree Spins Mahjong Ways 2 dan Pembentukan Ekspektasi Pemain dari Perspektif PsikologiSweet Bonanza dan Hubungan Aktivitas Bermain dengan Produktivitas dalam Kehidupan DigitalInteraksi Scatter dan Wild Mahjong Ways 2 dalam Kerangka Probabilitas PermainanInfrastruktur Data Mahjong Ways dan Faktor yang Menentukan Keandalan Operasional Sistem DigitalPeran Machine Learning dalam Pengembangan Fitur Responsif pada Platform Gates of OlympusMahjong Wilds dan Tantangan Membangun Infrastruktur Permainan Digital yang BerkelanjutanCrazy Time antara Daya Tarik Visual dan Risiko Finansial bagi Pengguna DigitalMomentum Bermain Kini Lebih Mudah Dievaluasi Melalui Analisis PergerakanFleksibilitas Mahjong Wins Mendorong Meningkatnya Minat Pengguna Smartphone terhadapPlatform Permainan Modern Terus Berkembang Melalui Adaptasi KonsepKeterbukaan Informasi RTP Menjadi Indikator Penting dalam Menilai KredibilitasMahjong Digital Menjadi Alternatif Hiburan Interaktif yang Menggabungkan Strategi danInovasi Mahjong Wins 3 Mendukung Efisiensi Teknologi dalam PengembanganVolatilitas Mahjong Ways Online Memberikan Perspektif Baru dalam MengaturPendekatan Bermain yang Lebih Terukur Membantu Pengguna PG SOFT Mengelola RisikoAlgoritma Prediktif dan Retensi Pengguna Menjadi Fokus Evaluasi IndustriPergeseran Aktivitas Mahjong Ways 2 Menjadi Bagian dari Dinamika KomunitasKomunitas Mahjong Indonesia Beradaptasi dengan Perubahan Tren HiburanProbabilitas Digital Menjadi Acuan dalam Memahami Evolusi Algoritma PermainanMengapa Setiap Animasi Bonus Memiliki Durasi yang Berbeda pada BerbagaiMengapa Tata Letak Simbol Mahjong Ways 2 Lebih Mudah Ditangkap Mata DibandingPsikologi Warna Emas pada Gates of Olympus Ternyata Memiliki Pengaruh terhadapIrama Efek Suara Sugar Rush 1000 Dirancang untuk Menjaga Perhatian PemainSusunan Ikon Permainan Slot Memiliki Hubungan Erat dengan Cara Otak MemprosesGerakan Animasi Halus Menjadi Alasan Antarmuka PG SOFT Terasa LebihMengapa Tata Cahaya pada Mahjong Wins 3 Dibuat Berlapis dan Tidak SekadarBentuk Tombol Interaktif Menjadi Faktor Penting dalam Kenyamanan MenavigasiKomposisi Warna Cerah Membantu Membedakan Fitur Penting padaNuansa Oriental pada Mahjong Ways Memberikan Ciri Khas yang Sulit Disamakan denganEfek Visual Berlapis Menjadikan Setiap Kombinasi Simbol TerlihatIlustrasi Berkualitas Tinggi Membentuk Karakter Unik pada Berbagai JudulTata Letak Menu yang Ringkas Membantu Pengguna Baru BeradaptasiKarakter Animasi Menjadi Salah Satu Daya Tarik Utama dalam PermainanSimbol Bergaya Minimalis Membuat Tampilan Slot Lebih Bersih danPerpaduan Musik dan Efek Suara Menciptakan Suasana Bermain yangKombinasi Warna Hangat Memberikan Kesan Cerah Tanpa MengurangiGerakan Animasi Halus Membuat Setiap Transisi Terlihat Lebih